Id-soho
Retro Classic Corsa – Serupa tapi tak sama
Ketika pertama keluar di Indonesia, varian vespa yang satu ini kurang begitu di minati oleh masyarakat Indonesia, terutama dengan transmisi otomatis nya. Vespa tipe Corsa ini dapat dikategorikan sebagai salah satu pelopor motor skuter bertransmisi matik di tanah air.
3 serangkai yang hobi otomotif sejak jaman masa SD nya menuangkan konsep – konsep modifikasi pada vespa tipe corsa ini. Pengerjaan dapat kategorikan cukup susah, karena bodi dari corsa yang bukan berbahan fiber melainkan besi seringkali berkarat. “pengerjaan awal dalam restorasi vespa corsa ini adalah melepas semua bagian, menurunkan mesin dan menggosok cat bodi hingga tak ada lagi dempul sedikit pun yang tersisa” buka ido. Bodi yang berkarat, oleh 3 serangkai ini di perbaiki dengan detailing yang ciamik sesuai dengan bawaan aslinya. Setelah bodi selesai baru lah 3 serangkai ini menerapkan berbagai idea yang ada kedalam konsep yang mereka inginkan.
Piagio Vespa Corsa 1993 dan 1997
Pada motor skutik ini, id-soho men-krom velg standar depan dan belakang serta peredam kejut depan di beri tutup atau cover bernada krom juga, untuk menghasilkan efek elegance retro velg depan dan velg belakang di tambah penutup atau dop krom full moon karya produksi id-doho sendiri. Skutik keluaran Piagio ini di beri warna sikkens super white dan pada bagian sayap depan di beri airbrush bertema fancy. Kembali ke bagian kaki – kaki, id-soho membalut velg depan dan belakangnnya mengunakan ban swallow ukuran 3.00 x 10” dimana keduanya di tambah oleh white wall, dipadu dengan rem standar orisinal bawaan corsa sendiri. Pada bagian kemudi, stang dikembalikan pada kondisi bagaikan baru keluar dari showroom, dipadu dengan windshield orisinal vespa Grantourismo.
Lots of chrome stuff
Bila di perhatikan secara seksama dari skutik ini, hampir semuanya bernada / bernuansa krom, dan hampir semua aksesories yang menempel adalah hasil karya sendiri, seperti kick stater, engsel laci, paha rem depan, handle rem, standart, kenalpot, dan back rack. “Kan lebih puas bisa produksi sendiri barang – barang nya, kita bisa sesuaikan dengan selera kita masing – masing” tutur ido pada Moto Rev.
Pada bagian mesin vespa corsa 125cc ini, id-soho tidak anyak melakukan perubahan. “kami ingin sama seperti aslinya” terang ido. Pemasangan karbu dellroto, busi denso, dan perawatan ulang mesin dirasa sudah cukup.
Untuk mempercantik penampilan skutik ini, id-soho memasang jok custom suede id-soho erwarna merah maroon, dipadu dengan backrack id-soho beraliran krom plus rear bag made in id-soho juga. Kemali ke bagian depan, id-soho memasang handgrip vespa ET4, emblem Piagio dari orisinil vespa LX, karpet dek made in id-soho berwarna merah maroon. Sedangkan pada bagian samping, id-soho memasang chrase bar made in id-soho bernuansa krom, dan cat eye dari orisinil vespa ET4. Di bagian buritan tak kalah cantik nya, penambahan kepet air orisinal vespa menghiasi buritan, dan pemasangan lampu sein skrup L, dan untuk lebih mempercantik lagi dipasang monel.
“memang untuk membangun 1 unit skutik ini di butuh kan kesabaran yang tinggi” ujar ido menutup perbincangan dengan Moto Rev.
Nama Bengkel : id-soho “boutique d’motorcycle
Alamat : Jl. Cihampelas No 186 kav 8 Bandung – Jawa Barat
Tlp : 022-92099711 / 081313695501
e-mail : idsoho@gmail.com








Pesona alam Indonesia sangat lah indah, salah satu nya pantai Ujung Genteng yang terletak di selatan pulau jawa ini. Alam yang masih asri menjadi nilai tersendiri sebagai kawasan wisata domestic kita. Nama pantai Ujung Genteng mungkin kurang begitu familiar di telinga banyak orang, kawasan ini terletak di Kabupaten Sukabumi Provinsi Banten. Banyak potesi wisata yang masih sangat perawan di kawasan ini, beberapa diantara nya adalah kawasan penangkaran hewan ampibhi penyu dan kawasan surfing ombak tujuh yang ternyata merupakan salah satu primadona wisatawan manca Negara yang hobi surfing, dan air terjun cikaso dimana untuk mencapai tempat tersebut kita harus menaiki perahu terlebih dahulu. Waktu tempuh menuju kawasan ini dari kota Jakarta sekitar 285 Km atau sekitar 7 jam perjalanan, bila dari kota Bandung sekitar 300 Km atau sekitar 8 jam perjalanan menggunakan kendaraan pribadi. Namun akses jalan menuju Pantai Ujung Genteng ini masih dalam kodisi yang bias di kategorikan kurang menunjang karena buruk nya akses jalan ini, banyak wisatawan khusus nya yang menggunakan kendaraan roda dua mengalami kesulitan yang berarti sekali seperti terjatuh, namun segala kesulitan perjalanan pasti terbayar ketika anda sampai di pantai ini. Benteng Balanda – karang – hutan. Dipantai ini ketika kita pertamakali arrived kita akan bertemu dengan hamparan pasir putih yang indah sekali dimana salah satu sisi nya adalah bekas peninggalan bangsa belanda yang biasa di sebut dermaga / benteng Belanda, dari sini kita masih harus berjalan lagi ke sebelah kanan melalui jalan berpasir putih untuk sampai ke penginapan dengan waktu te,puh sekitar 15 sampai 20 menit. Sesampai nya di area penginapan yang langsung berhadapan dengan pantai, kita bias langsung mencicipi hangat nya air laut menyambut kedatangan kita, dan kita bisa berjalan diatas karang bagaikan berjalan diatas air hingga jarak sekitar 500 meter dari bibir pantai. Namun ketika malam tiba anda jangan sampai tertidur karena masih ada yang lebih menarik lagi, yakni wisata malam ke pantai pangumbahan tempat penangkaran penyu. Perjalanan menuju pantai pangumbahan biasanya sekitar jam 9 malam, nah ini dia bagi wisatawan yang menggunakan roda 2 merupakan keasikan tersendiri, karena perjalanan akan melalui atau menyebrangi 2 sungai dan melalui hutan dengan jalan setapak di sertai trek jalan yang cukup di kategorikan trek light offroad. Tim saat mengunjungi pantai pangumbahan menggunakan motor tipe matic dan bila kondisi cuaca hujan trek dapat menjadi cukup berat karena lumpur yang dalam dan tidak lupa tanah yang di pijak adalah pasir pantai padat serta tinggi nya air sungai yang dilalui, namun hal ini dapat menjadi kesenangan tersendiri bagi anda. Sesampai nya di pantai Pangumbahan kita tidak akan langsung bertemu dengan penyu, tetapi kita akan menunggu penyu tersebut mendarat dan bertelur, setelah bertelur para petugas pantai akan memberi aba – aba untuk kita mengunjungi penyu tersebut di lokasi yang telah di tentukan, dan bila beruntung kita bisa bertemu penyu yang nota bene pernah mendarat di pantai ini dengan ukuran 2,5m x 2,5m. Namun selama menunggu kita akan di hibur oleh indah nya sinar bulan dan riuh nya ombak pantai, perlu di ingat selama menunggu kita tidak boleh menyalakan lampu baik itu flashlight atau handphone sekalipun karena akan membuat penyu takut untuk mendarat Pantai Ujung Genteng sangat cocok bagi honeymooners dan mereka yang senang akan keindahan alam. Dari segi penginapan ada yang sangat comfy sekali seperti Pondok Hexa, dari segi harga pun sangat terjangkau untuk room dengan single bed di harga 199rb / night nett, include AC tapi tidak ada TV, dan untuk tipe bungalow di patok harga 450rb/ night nett, include ac + tv. Dan untuk hidangan bila kita berangkat ke tempat pelelangan ikan yang posisi nya tidak jauh dari dermaga belanda, kita dapat save money a bit dan dimasak nya minta tolong dimasakkan oleh koki hotel dengan harga antara 15 rb sampai 35 rb include bumbu, tinggal pilih sesuai selera. So what are waiting for guys…
Memang susah untuk di obati kalau kegemaran akan otomotif sudah mendarah daging turun menurun. Seperti Erwin Choirudin, Pria subur asal Bandung ini sudah cukup lama dikenal di dunia otomotif roda 4 baik itu di Drag Race maupun Touring dengan segudang prestasinya yang boleh di acungi jempol. Ramainya modifikasi dan balap motor matic, membuat Erwin pun tertarik dan langsung ikut menceburkan diri dalam dunia modifikasi untuk fashion dan racing motor matic. “Saat ini kita baru punya 4 matic racing,” ujar Erwin. Keempat bebek balap tanpa gigi ini memiliki karakter – karakterter sendiri.” Kita berniat untuk ikut semua kelas, mulai dari kelas 125cc, lalu kelas 150cc, kelas 175cc dan kelas FFA (Free For All)” terang Erwin.”dan kita juga sedang siapkan 2 unit lagi untuk drag bike”lanjut Erwin. Erwin hanya tertawa ketika Moto Rev bertanya “Mo Bikin ternak bebek ya kang?, hehehe”, ketika motorev berkunjung ke kediaman nya di Komplek Palm Permai – Soekarnohatta. Total motor bebek matic yang dimiliki oleh Erwin dan keluarga membuat Moto Rev jadi tertarik. “di sini ada Nouvo dari beberapa tahun, lalu Nouvo Thailand, Vario dan banyak lagi, hehehehe” buka Erwin. Namun bagi Pria yang menjabat seagai direktur pada sebuah Perusahaan Swasta yang bergerak di bidang karet ini, dunia balap merupakan tantangan dan hobi paling mengasyikan.
alo selamat datang di blog saya….